Selasa, 19 November 2013

Berlian di Tanah Pertanian

Lagi seneng banget baca buku Fulfilling Life, bacanya nyicil karena kesibukan kuliah yang makin padat. Sekarang udah di Bab 2 tentang "Pandai Bersyukur". Ada 1 kisah yang menarik banget buat di sharing, tentang bagaimana kita pandai pandai bersyukur atas apa yang terjadi sama diri kita dan apa yang ada di diri kita. Check it out ! ;)








Suatu ketika di Afrika Selatan hidup seorang petani dengan sebidang tanah garapan. Sebenarnya lahan tersebut sangat subur dan menghasilkan. Tapi, karena sifat alamiah manusia yang gampang sekali untuk tergiur agar mendapatkan kekayaan yang banyak dalam waktu singkat, sang petani pun mulai berpaling dan bermalas malasan dalam mengelola lahan pertaniannya. Hingga suatu ketika, terdengar kabar beberapa puluh km dari lahan sang petani ditemukan harta karun berupa bijih emas. Sehingga berbondong bondong lah masyarakat disekitarnya untuk mendulang emas, tergiur juga akhirnya sang petani untuk beralih memburu emas dan meninggalkan ladangnya.

Mengingat biaya untuk mendulang emas membutuhkan banyak uang, sehingga petani menjual lahannya untuk dibelikan peralatan untuk mendulang dan untuk hidup di sekitar area pendulangan. Setelah sekian lama mendulang ternyata tidak menghasilkan apa apa, memang petani berhasil mendapatkan emas, tapi hanya bijih emas muda dan itupun tidak seberapa. Tabungan hasil penjualan ladang pun semakin menipis, hingga membuat sang petani kecewa dan putus asa. Hingga akhirnya ia menenggelamkan dirinya dalam sungai.

Sementara orang yang tadi membeli ladang yang awalnya tidak berniat serius untuk  menggarapnya namun karena berfikir untuk investasi di masa depan memutuskan untuk mulai menggarap ladang tersebut, Hingga suatu saat ketika sedang membersihkan ladang yang baru di belinya tersebut, ia menemukan sebuah batu bening dan berkilauann, ia bertanya tanya, "Mungkinkah ini berlian?"

Keesokan harinya dia menemui seorang tukang batu permata dan menanyakan batu itu. Benar saja, itu adalah batu berlian. Diam-diam, sang pembeli ladang kembali ke ladangnya dan menggali sedikit demi sedikit ladangnya dan menemukan lebih banyak berlian. Dalam waktu singkat sang pembeli ladang menjadi kaya raya dan memiliki banyak berlian bermutu tinggi.

Si petani yang menjual ladangnya tidak pernah menyadari selama ini ia telah "tidur dan bekerja" di atas tanah yang banyak berliannya. ___THE END___


Menarik sekali kan ceritanya, dan banyyaaak banget pelajaran yang bisa di ambil. Miris banget yaa kalo jadi sang petani, ga punya ladang, ga dapet emas, mati dengan konyol pula padahal selama ini ia berada di ladang yang penuh dengan berlian. Disini nih, kalau kita sebagai manusia tuh "PERLU untuk merasa CUKUP".

Mungkin selama ini kita juga ga puas dengan "ladang" yang kita miliki saat ini, karena tidak terlalu banyak menghasilkan kekayaan. Mungkin juga kita ga puas dengan kompetensi yang kita miliki sehingga sering bertanya, "Mengapa tidak seperti orang lain yang seolah olah segala sesuatunya mudah dan menghasilkan?"

Tapi, pernah ga intronspeksi diri untuk mencintai apa yang kita lakukan dan mencintai diri kita sendiri dengan sungguh sungguh, menerima keadaan diri apa adanya, dan ingin untuk mengembangkan potensi diri untuk lebih baik setiap harinya. Apa yang terjadi kemudian setelah itu? Kita akan kaget luar biasa  bahwa sebenarnya banyak "berlian" dalam diri yang belum tergali untuk kita kembangkan.

Dirimu berharga kawan, apabila kamu pun menghargai dirimu sendiri ;) Cintai dirimu, dan cintai "ladang" yang sedang kau garap agar menghasilkan dan cukup untuk menmbahagiakan dirimu dan orang orang yang kau cintai. Barangkali di ladang mu terdapat berlian terpendam :D

Semoga bermanfaat,

With Love,


Naoo

Referensi : Buku Fulfilling Life (Merayakan Hidup yang Bukan Main!)__ Parlindungan Marpaung.
Share:

1 komentar:

  1. Bgs sekali kak makna nya,,,
    Skalian numpang nanya,,bagaimana kita bs tw potensi diri yg terpendam?
    Kan ada beberapa org yg sampai umur belum mempunyai bakat / potensi di dlm suatu bidang atau tidak menyadari kalo mempunyai bakat di bidang tersebut

    Makasih
    Smg makin berkembang blog nya^^,

    BalasHapus