Kamis, 07 November 2013

Bola hitam atau putih?



Di sebuah sekolah dasar kelas IV, seperti hari hari biasanya ada saja yang pertengkaran antar murid. Kali ini yang bertengkar Ali dan Budi, mereka sebelumnya memang sering meributkan banyak hal dan sering selisih faham. Sang guru punya sebuah pelajaran untuk mereka, beliau mengecat sebuah bola, setengah hitam dan setengah putih lalu dengan sekat yang berlubang beliau menyuruh Ali dan Budi duduk di sisi yang berbeda.


Guru : Ali, Budi sekarang lihat bola yang ada di depan kalian, apa warnanya?

Ali : Putih (karena dia melihat bagian bola bercat putih)

Budi : Orang hitam kok dibilang putih! (Budi melihat sisi lain bola yang hitam)

Ali :Putih itu, hitam dari mana coba?

Budi : Hitam!

Adu pendapat antara mereka ga selesai juga, karena saling mempertahankan pendapatnya hingga sang guru mengakhiri dengan memutar sisi bola Hitam untuk Ali dan Putih untuk Budi

Guru : Ali, Budi sekarang lihat bola nya apa warnanya?

Ali : Wah iya hitam ternyata.

Budi : Ali kamu benar bolanya ternyata putih.

Guru : Jadi sekarang apa warnanya?

Ali : benar budi bu, bolanya hitam.

Budi :Ali yang benar, bolanya putih.

Kemudian sang guru mengambil bola diantara sekat itu, dan menyuruh Ali dan Budi melihat bola itu secara keseluruhan, inilah nasihat sang guru,

"Ali,Budi lihat bolanya ternyata setengah hitam dan setengah putih, kalian berdua tidak salah. Sekarang, maknanya jangan hanya melihat dari sisi yang kamu lihat, lihat juga darimana cara orang melihat sesuatu, kemudian kalian baru bisa melihat secara utuh apa yang sebenarnya dihadapan kalian. Jangan ribut mempertahankan pendapat dan mencari perbedaan. Tapi cari kebenarannya" Ali dan Budi mengangguk mengerti, dan selanjutnya ketika mereka berbeda pendapat mereka selalu mengingat pesan sang guru, lihat darimana orang lain memandang dan cari kebenarannya :)

#pelajaran juga buat saya, ga bisa memaksakan orang menuruti cara pandang saya. Seharusnya saya dulu yang melihat bagaimana cara pandang mereka sehingga saya mengerti mengapa mereka berbeda dengan saya dan cari kebenarannya :)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar