Sabtu, 24 Februari 2018

Soto Betawi



Suatu sore sepulang kerja aku ingin sekali makan soto betawi. Ngidam kayaknya (Lohh anaknya siapa? Hehehe).  Sudah kepengen sejak beberapa hari yang lalu sebenarnya cuma baru hari itu terpenuhi. Dan sebenarnya sudah ada juga tempat makan soto betawi yang bisa dibilang enak dan memuaskan lah penyajian dan servicenya. Cuma entah kenapa  hari itu pengen nyobain ditempat lain, di kereta sampai googling “tempat soto betawi enak di depok”. Dan dapat lah satu yang lokasinya dekat rumah, lokasinya tepat disamping Pasar Agung Depok. Namanya Soto Betawi Pak Haris.

Ketika pertama sampai agak heran dan bingung dengan kondisi warung soto itu. Kumuh. Mulai bertanya tuh dalam hati, serius nih enak sotonya? tempatnya aja begini. Kemudian yaa sudahlah sudah sampai disini, masa gak jadi beli. Akhirnya pesan, 1 soto ayam betawi kuah santan untuk dibawa pulang. 

Share:

Kamis, 22 Februari 2018

Project 2018



Akhir tahun lalu, Desember 2017 saya dirawat di sebuah Rumah Sakit karena sakit DBD & Typus sekaligus. Selama di Rumah Sakit, seperti pada umumnya selang infus terpasang tanpa jeda dan berbaring di tempat tidur sepanjang waktu. Selama sakit itu saya mengusahakan untuk tetap beraktivitas seperti biasa bangun pagi, mandi 2 kali sehari dan termasuk sholat 5 waktu walau badan masih menggigil oleh dinginnya air dan tubuh masih lemas.

Saat sholat di Rumah Sakit, saya hanya bisa sholat dalam kondisi duduk di kursi atau ranjang Rumah Sakit. Saat itulah saya merasakan rindunya sholat dalam kondisi sempurna, rindu gerakan-gerakan  sholat  dan rindu nikmat sujud. Ingin sekali lama lama bersujud waktu itu sambil mengadu. Ya Allah pengen lagi makan enak, pengen seger lagi dan aktivitas lagi udah bosen tiduran mulu tapi sekarang cuma bisanya tiduran doang . hehe

Share:

Minggu, 04 Februari 2018

Kosmetik & Status 'halal' nya

Ini postingan di awal tahun yang tiba tiba aja kefikiran buat di bahas. Walau gak ada yang baca juga >.< hehe..

Di blog ini, ada beberapa produk kecantikan yang di review.. and most of them made in Korea. Yup, kiblat makeup dan skincareku kesana. Dan lagi lagi, bukan karena gaya dan ikutin trend.. tapi karena beberapa pertimbangan :


Share:

Jumat, 02 Februari 2018

Apel & Pukul Empat Pagi

Kamis menjelang tengah malam, tangis itu memenuhi ruangan. Tangis yang di nanti nantikan sejak berbulan bulan lalu itu akhirnya terdengar juga. Segala peluh dan lelah mereka yang menantikannya telah sempurna hilang tak berbekas melihat sumber tangisan itu. Ya, tangisan itu berasal dari mulut kecilku. Malam itu pertama kalinya aku menghirup udara dan berada diluar Rahim Mamahku yang nyaman dan kokoh itu. Setelah proses persalinan usai, aku dibawa ke ruangan para bayi baru lahir berada. Sementara itu Mamah dipindah ke ruang perawatan pasca melahirkan. 

Pukul 4 pagi keesokan harinya, Papah menjenguk ku ke ruang bayi. Kondisiku saat itu bisa dikatakan kekurangan ASI, jarak kelahiran antara aku dan kakak ku adalah 10 tahun sehingga produksi ASI Mamah bisa dikatakan sudah tidak terlalu lancar. Melihat ku yang mungkin kelaparan karena belum mendapat ASI yang cukup membuat Papah berinisiatif untuk melakukan sesuatu. Apa yang Papah lakukan berikutnya adalah inti cerita kisah ini yang terus menerus ia ceritkan ulang kepadaku selama ia hidup, dan juga akan aku ceritakan ulang kepada kalian semua.

Pagi itu Papah datang ke ruang bayi membawa sebuah apel merah yang segar. Kemudian Papah akan menggigitnya sedikit, lalu membiarkan aku menghisap sari sari apel dari bekas gigitannya itu dan menimbulkan suara berkeciap yang selalu ia tirukan, “Kalo Papah udah kasih apel kamu tuh gak berhenti ciap..ciap..ciap.. mengecap sari apelnya. Bayi yang bangun jam empat pagi dan makan apel merah pagi pagi ya kamu doang”. Beliau melakukannya setiap pagi tepat pukul empat pagi, kembali ke ruang bayi membawa apel merah segar untuk di berikan kepadaku. 

Setiap kali Papah menceritakan hal ini, ekspresi wajahnya yang terpesona karena tingkahku dulu tak pernah berubah walau kini usiaku sudah 23 tahun. Dulu, sewaktu Papah masih hidup dan berada diantara keluarga kami, kami hanya menganggap kisah ini hal yang sudah diketahui bersama dan bisa jadi kami sudah merasa bosan mendengarnya. Tapi kini aku menyadari, apa yang Papah lakukan dulu, ceritanya yang selalu diulang ulang, ekspresi rona bahagianya ketika menceritakan ulang kisah ini adalah bukti cintanya padaku yang tak pernah diungkap kata kata sejak aku dilahirkan hingga akhir usianya. 

Dan bahkan aku baru menemukan artikel belakangan ini, bahwa makan apel dipagi hari itu lebih efektif membuat seseorang terjaga dipagi hari dibandingkan bercangkir cangkir kopi. Ya Papah sudah melakukan sesuatu yang luar biasa dulu walau beliau belum mengetahui bahwa ada manfaat lain dari kebiasaannya dulu mendatangiku di ruang bayi sambil membawa apel merah pukul empat pagi.

Banyak sekali hal hal kecil dan sepele yang mungkin kita abaikan, tapi sangat berarti bagi orangtua kita, pasangan, saudara atau sahabat mungkin. Cobalah lebih mengerti hal hal kecil yang membuat mereka excited dengan tidak mengabaikannya, sebelum menyadarinya di kemudian hari sepertiku. Jangan pernah bosan mendengarkan, karena Tuhan menganugerahi kita sepasang telinga bukan untuk hal yang sia sia tapi untuk lebih banyak mendengarkan.

Semoga bermanfaat
With Love,
2 Februari 2018 

Naoo

Share:

Jumat, 12 Januari 2018

Selasa, 17 Oktober 2017

Let Your Skin BREATHE!

Sering pake produk kecantikan terutama make up? Sama sayah juga. Sering pake banget. Tapi pernah mikir gak kulit kita tuh lelah menuruti keinginan kita untuk tampil perfect dengan tambalan foundation, bedak, dan kawan kawannya yang bisa panjang nih postingan kalo disebut semua.

Nah, pemikiran tentang memberikan kulit muka ini waktu untuk bernafas itu datang dari dulu waktu jaman kuliah sekitar 2014/2015, cuma perlu proses kan buat menerapkannya. Salah satu penyebabnya adalah melihat reaksi orang dan diri sendiri yang kaget gitu lihat muka ini between with and without makeup. Bedaaaa banget, contrast banget seolah kalo lagi gak pake makeup jadi gak ngenalin diri sendiri gitu. Pori pori besar, warna kulit kusam, mata panda

Setelah pergolakan diri cukup lama yaa dari 2014 sampe 2016, kebanyakan mikirin resiko, ntar gimana kata orang dan lain lain. Finally, deket deket ramadhan 2016 mulai deh berhenti dan ninggalin makeup kecuali lipstik, liptint dan sebagainya deh pewarna bibir.

Awalnya gak langsung meninggalkan semuanya sih, awalnya bedak dulu, terus foundation (include BB Cream, CC Cream, Two Way Cake Foundation), terus ninggalin yang dekoratif kaya eyeliner, mascara dan browcara. Sampe cuma tersisa pelembab saja. Setiap hari cuma modal pelembab sama pewarna bibir doang. Sekali kali kalo ada acara, kondangan dll baru deh pake lagi bedaknya dikit dikit.

Untuk banyak orang ya satu yang pasti gak ketinggalan yang namanya sunscreen. Tapi, sayangnya aku belum menemukan product sunscreen yang tepat di wajahku, setiap pakai sunscreen rasanya mukaku meleleh, gelap mukaku, kucel dah intinya. Jadi tahapan sunscreen ini aku skip. Walau kalau boleh jujur, rasanya ngeri ngeri sedap hihi tiap panas panasan di bawah matahari. Kalau ada ide sunscreen apa yang cocok untuk wajahku <kombinasi, oily>  dan gak bikin mukaku kucel boleh kalian sampaikan di kolom komentar :).

Balik lagi, karena kulit mukaku sehari hari cuma modal pelembab aja <FYI, pelembab yang aku pakai sekarang adalah Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel> aku merasa, aku perlu lebih care untuk masalah perawatannya. Maka dari itu, aku melengkapi perawatan wajahku dari facial wash, toner, serum, mask sheet, dan masker. Ini membantu banget. Cuma, ya namanya juga skincare yaa tidak semua yang ada di pasaran cocok untuk wajah kita <dengan segala problematikanya masing masing>. Jadi, untuk menemukan skincare yang cocok untuk wajah kita harus lakuin petualangan skincare nih. Beruntungnya sekarang sudah jaman canggih, banyak kan info yang bisa kita peroleh tentang suatu product hanya dengan memasukkan keyword di search engine. Dari situ, kita bisa menimbang apakah product skincare ini layak untuk di coba atau tidak.

Gak salah sih, dengan ber make up. It's okay. Cuma coba deh lebih jujur ke diri sendiri, ketika kita menyembunyikan kekurangan wajah kita, all of time. Kenapa tidak lebih fokus untuk merawatnya? daripada hanya mengeditnya. Toh, yang di edit akan hilang ketika di hapus, tapi yang di rawat akan kelihatan efek jangka panjangnya.

Just let your skin breathe...she needs to be free.

Semoga bermanfaat,
With Love,


Naoo
Share:

Kamis, 05 Oktober 2017

Bakpao

Pada suatu hari, seorang guru dan muridnya sedang duduk bersama. Guru ini sedang berusaha menghibur muridnya yang sedih dan kecewa karena kalah dalam suatu kompetensi memasak.
Mulailah mereka berbincang bincang,

Murid : Guru, kau telah menjelajahi empat lautan hampir setahun ini. Apa saja yang kau lihat?
Guru   : Aku melihat 2 biksu kecil. Aku memiliki percakapan dengan mereka.
Percakapannya kira kira seperti ini :
Biksu 1 : Aku lapar, dan aku menginginkan bakpao. 
Guru     : Apakah bakpao itu enak?
Biksu 2 : Sangat enak, Anda ingin mencicipinya?  
Lalu si guru mendekat kepada mereka, seraya mengambil sedikit dari bakpao itu lalu mencicipinya.
Biksu 2 : Bagaimana? Apa itu enak?
Dengan segala keahlian, bakat serta pengalamannya si guru di bidang makanan, Ia mulai menjelaskan tentang bakpao yang baru saja dicicipinya itu.
Guru     : Meskipun tepung gandumnya dari Hetao (salah satu tempat di China yang terkenal dengan kualitas gandum yang baik). Tapi, waktu fermentasinya terlalu lama, sedangkan waktu menguleni adonannya terlalu singkat. Selain itu juga suhu dari pengukusnya terlalu tinggi. Dan ini sudah 5 jam sejak waktu pengukusan hingga sekarang. Jadi, bakpao ini menurutku biasa biasa saja.
Biksu biksu cilik ini dengan wajah polosnya terpesona dengan penjelasan si guru tadi, tapi kemudian mereka berkata,
Biksu 1 : Wah, Tuan yang Dermawan ini pengetahuannya tak terbatas. Dengan secuil bakpao saja dan kau dapat menceritakan seluruh kisah dan proses pembuatannya. Tuan Dermawan, siapakah sebenarnya anda?
Guru     : Aku hanya seorang penggila makanan
Biksu 1&2 : Penggila makanan? (tatap mereka kebingungan).
Biksu 2  : Tapi, Guru kami bilang bakpaoku ini sangat lezat.
Biksu 1  : Tuan Dermawan, sesungguhnya ada 1 hal yang tidak dapat kau ceritakan setelah memakan ini.
Guru      : Apakah itu?
Biksu 2  : Bakpao ini... Aku yang menanam gandumnya, aku yang memfermentasi adonannya, dan aku sendiri juga yang meletakkan bakpao ini di pengukusnya. Untuk itu, Guru kami berfikir bahwa ini adalah bakpao terbaik yang pernah dia makan.
Guru itu lalu mencicipi bakpao itu lagi, dengan mengetahui fakta yang baru saja ia ketahui. Dia pun mengulum senyumnya. Setelah mendengar percakapan mereka, hampir saja guru itu berniat membawa pulang ke dua biksu kecil itu.

Guru itu kemudian berkata lagi pada si muridnya yang sedih itu.
Guru   : Wahai muridku, ada hal hal yang tak dapat dinilai bahkan oleh seorang Ahli sekalipun. Tidak usah terlalu sedih atas kekalahanmu.
Murid  : Tapi aku sudah menghancurkan citra restoran kita Guru
Guru    : Kau tidak pernah mempermalukan ku atau pun menghancurkan citra restoran kita. Kau hanya kalah oleh nilai yang bisa terbilang oleh angka.



Tidak segala hal dapat diukur, ditakar menggunakan angka-angka. Ada hal hal yang sifatnya historical dan emotional value yang tidak bisa di nilai bahkan oleh seorang Ahli sekalipun 

Semoga bermanfaat,
With Love,



Naoo
Share: